Skip to content

Westmorelandism Room

Jadi begini, (to the point) kemarin ibu saya yang biasa saya panggil 'mami' berulang tahun yang ke-49 tahun. Ada kisah menarik di baliknya. Jadi (lagi) beberapa hari lalu sebelum mami berulang tahun, saya memang sudah niat untuk mentraktir mami makan-makan enak. Saya tidak tahu mau membelikan apa jadinya hal mentraktir itulah yang terlintas dalam kepala saya.


Dengan sok tanpa memikirkan kondisi persilatan dunia perekonomian, saya berkata demikian kepada mami,
"Nanti ulang tahun mami kita makan-makan yah. Sama Chana juga. Ajak Mituo sekalian."
Oknum Chana ini adalah adik saya. Sedangkan Mituo ini adalah kakaknya mami (berarti tante saya) hanya saja telah mengalami perubahan modernitas dari Maktuo (batak) jadi Mituo (modern dikit). Mami balas berkata demikian kemapa saya,
"Ah, kayak banyak duit aja kau."
Percakapan tersebut berlangsung seusai gereja hari minggu tanggal 22 Agustus kemarin. Mituopun akhirnya ikud angkat biacara (kali ini saya didukung),
"Kalo dia uda ngomong gitu berarti dia ada duit."
Padahal kenyataannya nihil. Duit menipis akibat hedonisme liburan kemarin. Ngambil uang di ATM uda kayak ngambil tissue dari tempatnya kalo lagi pilek. Tapi dalam hati saya cuek saja,
"Mau uang darimana kek yang penting ultah mami makan-makan!" Jauh disana, saya yakin Tuhan dengar.

Pulangnya dengan masih berkeyakinan bahwa Tuhan yang akan atur besok duitnya darimana, (kalaupun emang terpaksa tidak ada duit setidaknya saya masi ada simpanan uang beasiswa saya dari semester lalu) saya membuka e-mail saya untuk mengecek job-job apalagi yang baru dan harus saya kerjakan dan keajaiban itu datang seperti notification di facebook.

Ada email dari bos saya tempat saya bekerja freelance. Si malaikat yang dikirim Tuhan ini memberitahukan saya bahwa design fee saya sudah keluar dan telah di transfer ke rekening saya! WOW! How amazing is my God! Saya langsung senyum dan dengan terharu saya bilang begini sama Tuhan, "Wow, Tuhan terima kasih. Kalau emang duit ini Tuhan mau Tatha pakai untuk menyenangkan mami, just let it be God. Thanks so much!' (sok Inggris, ga apa lah, Tuhan bisa semua bahasa kok) .Padahal sebelumnya saya tidak pernah menyangka gaji saya akan diberikan tepat begini. Ajaib Tuhan itu.

Dengan masi terlemas-lemas melihat email tersebut, saya takjub juga melihat gaji yang saya hasilkan dengan usaha desain sendiri. Uangnya memang tidak banyak tapi lebih dari cukup untuk makan-makan. Saya bingung darimana saya bisa (seorang mahasiswi desain grafis yang belum lulus) menghasilkan uang yang lumayan(lah). Ini yang disebut "miracle"? Yes maybe, no, Yes it is! Ini yang disebut pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Mungkin Tuhan tau niat baik untuk menyenangkan mami jadi Tuhan kirim duitnya langsung ke rekening saya. Canggih sekali Tuhan saya!

Akhirnya uang itu bisa juga saya pakai untuk makan-makan sama mami, Chana, mituo, dan om saya (kalau bahasa bataknya tulang, aneh? ya sama). Sisanya saya pakai untuk kasi duit jajan ke Chana dan beli donut buat koko dan keluarga. Apa yah, kalau kita dapat berkat itu harus dibagi-bagi bukan? Itulah artinya dari TERIMA KASIH. Kita TERIMA ya kita KASIH lagi ke orang supaya berkat itu terus mengalir lagi dan lagi. Jangan lupa juga untuk perpuluhan. Apa yang sudah kita terima kan asalnya dari Tuhan. Kita harus beri yang jadi bagian Tuhan demi perluasan kerajaanNya. Amin. *bahasa saya ck.

Mami senang, tante senang, om kenyang, adik berjoget. Sampai adik saya si Chana itu bilang demikian,
"Enak yah ci uda kerja, gue juga pengen cepet-cepet kerja. Tar gantian gue yang traktir yah ci. Langsung lo gue kasih mobil bukan duit lagi. Haha."
Dasar ABG. Tapi saya terharu juga mendengarnya. Saya bilang begini sama dia,
"Kalo beliin lu majalah aja gue ga sanggup, gimana gue mau kuliahin lu?"
Dengan tertawa dia bilang,
"Pasti lo belajar dari mas Aji ya?"
Dalam hati saya cuma bisa senyum dan meng'maybe'kan.

Intinya, Tuhan tuh tau apa yang kita butuhkan jauh sebelum kita memintanya. Pernah denger kan Tuhan bilang gini, "Mintalah maka kau akan diberi." Kalau kita tulus dan butuh, Tuhan pasti kasih tepat pada waktunya. kalau Tuhan belum kasih ya berarti kita belum butuh-butuh amat dan Tuhan selalu punya cara buat menyenangkan kita. liat aja nanti pelangiNya abis ujan. So great! Dan inget, dapet berkat jangan disimpen sendiri tapi dibagi-bagi. Itu bukan cuma hasil jerih payah kita, tapi juga orang-orang di sekitar kita. Jangan pelit! Royal sama mengeluarkan uang secara bijaksana itu beda.

"But thou, when thou prayest, enter into thy closet, and when thou hast shut thy door, pray to thy Father which is in secret; and thy Father which seeth in secret shall reward thee openly." (Matthew 6:6)

Berdoa dan berimanlah. God is good all the time.

0 comments:

Leave A Reply