Skip to content

Westmorelandism Room

Okay, tahukah anda bahwa keluarga adalah tempat bernaung yang paling nyaman, aman, dan damai? Tempat dimana ketika segala kesusahan datang menumpuk pada hidup kita, kita selalu dapat merasa beban itu terangkat ketika bertemu dan berkumpul dengan yang namanya keluarga. Tempat dimana kita bisa selalu kembali. Sejauh apapun kita pergi, ya, kita akan selalu dapat pulang ke keluarga kita. Why? karena ada darah mereka yang mengalir dalam darah kita masing-masing. Dan itu sifatnya mengikat. Tidak demikian menurut anda? Terserah. Tapi menurut saya demikian.

"The family is a haven in a heartless world." ~Attributed to Christopher Lasch

Terkadang ada yang tidak selalu indah rasanya dengan keluarga. Ada beberapa yang merasakannya. Memang, semuanya tidak akan pernah menjadi 100% berhasil kalau kita berpikir ulang lagi akan saat-saat sebelum semuanya mencapai titik akhir.

"Family life is a bit like a runny peach pie - not perfect but who's complaining?" ~Robert Brault

Bagi saya yang istilahnya pincang sebelah, keluarga adalah harapan kedua mengingat di urutan utama adalah Tuhan saya yang menjadi sumber kekuatan untuk saya tetap menjalankan hidup saya. Kalau tidak ada mereka mungkin saya sudah menjadi salah satu penghuni neraka karena kasus bunuh diri. Tidak, orang yang bunuh diri adalah orang yang sombong. Dia merasa hidupnya hanya milik dia yang bisa dia matikan semudah itu. Just never let the commit suicide thing pass through your mind even just for a second. Your life is worthier to be stopped just for the stupid problems that you can solve patiently.

Lanjut soal keluarga, saya ingin ingin memperkenalkan sebagian kecil orang yang saya sayangi dalam hidup saya. Mungkin bagi dunia ini mereka bukan apa-apa, tapi bagi saya mereka adalah pahlawan-pahlawan saya. Orang-orang yang membuat saya bertahan. Orang-orang yang ingin saya bahagiakan selain Tuhan dan orangtua saya (tidak lupa pacar dan teman tentunya).

Sebutlah tadi kami baru saja berkumpul di rumah oma. Kami sempat mengabadikan persaudaraan kami dalam beberapa (banyak sebenarnya) foto. Sebelum lanjut terlebih lagi, biarkan saya perkenalkan wajah-wajah mereka.

Yang pertama, sepupu saya dari kecil (iyahlah) yang dekat dengan saya, Joshua Mario Effendy. Dulu kami sering melakukan segala sesuatunya bersama. Terkadang kalau saya tidak ada, dia juga tidak mau ada disana. Sebaliknya begitu juga saya. Ini contoh ikatan persaudaraan pertama. Satu tidak, yang lain tidak. Satu iya, yang lain iya. Senasib sepenanggungan.




Yang kedua, kakak saya, Markus Michael Effendy, yang saya panggil koko. Dia sepupu saya yang selalu dilirik wanita setiap kali dia lewat. Terlalu memang yang satu ini. Tidak hanya tampan tapi juga pintar. Yang paling penting adalah dia mau bekerja keras dan pantang menyerah. Dia adalah panutan saya dalam hidup sebagai anak tertua dalam keluarga. Bahwa saya harus bisa menyediakan kebutuhan orangtua dan adik saya dan membahagiakan mereka. It's a must.



Yang ketiga, adik kandung saya, Grania Savannah Hendrata. Nakal? Iya. Rebell? absolutely. Do i love her? So much! Saya berjanji akan membiayai kuliah dia kelak. Dia harus jadi seseorang yang sukses dengan pendidikan tinggi. Ini tanggung jawab saya. Dia motivator pasif saya.



Masih banyak sepupu yang lain dan keluarga yang lain juga. Tulisan ini hanya sebuah perbincangan antara hati saya dan selembar buku harian digital ini. saya hanya ingin agar mereka tau bahwa saya menyayangi mereka dan karena merekalah saya dapat hidup seperti ini sampai detik ini dan sampai detik2 berikutnya, akan tetap seperti itu.

Someday, i will give everything back to them, for everything they had gave to me. Saya tau mereka tidak pernah mengharapkan imbal balik atas apa yang mereka lakukan tapi saya, saya ingin membahagiakan mereka semua. Semua. Tanpa terkecuali. Maybe it is no a big deal for them, but it is a big deal for me to do.

Anything and everything for my family. I just too love them.

PS for God: Keep them for me. Please God. Amen.

"You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them." ~Desmond Tutu

0 comments:

Leave A Reply