Skip to content

Westmorelandism Room

Ada orang yang tidak berpikiran seperti saya. Banyak.

Ada juga yang sepikiran. Tapi jarang diungkapkan.
Salah kalau saya berpikir untuk bisa menyenangkan semua orang?
Tidak. Tapi masalahnya tidak semudah membalikan telapak tangan.
Ada yang bilang "We can't please everyone." Benar.
Tapi paling tidak kita bisa berusaha.

Ada orang yang mempunyai pikiran yang tidak pernah terlintas sedikitpun di kepala saya. Banyak.
Ada yang positif. Ada yang negatif. Dan itu banyak.
Ada yang pro. Ada yang kontra. Sering.
Kenapa ada orang berpikiran negatif? Sementara yang lain bisa berpikiran positif?
Itulah manusia dengan pikiran-pikirannya.

Jujur semua orang pasti pernah tidak menyukai suatu hal. Tidak menyukai seseorang. Kenyataan.
Saya, saya pernah tidak menyukai sesuatu. Pernah tidak menyukai seseorang.
Tapi terlalu takut dan tidak enak hati untuk mengungkapkannya secara gamblang. Saya memilih untuk melakukan pendekatan pengungkapan yang halus. Sehalus mungkin sehingga tidak menyakiti hati siapapun.
Tapi ada yang tidak demikian seperti saya. Seperti tadi yang saya katakan. Semua orang tidak berpikiran seperti saya. Banyak.

Saya memilih untuk tidak berlama-lama tidak menyukai sesuatu atau orang sekalipun.
Lebih baik memikirkan satu hal yang baik dari sesuatu dan orang tersebut daripada memikirkan banyak hal buruk darinya.

Semua orang pada dasarnya baik. Benar.
Lalu kenapa kita harus mencapnya jelek. Mengapa kita harus tidak menyukainya?
Cukup bilang kalau tidak suka. Cukup sekali atau dua kali teguran.
Orang yang bijaksana pasti akan mengerti apabila ditegur.
Sebaliknya, orang sombong akan tetap bertahan pada prinsipnya yang salah.

Ingat, semua orang bisa berubah. Anggap saja yang sekarang ada pada dirinya yang membuat jengkel adalah salah satu posisi dimana dia dan sikapnya itu akan berubah suatu saat nanti. Jadi sifat tidak menyenangkan itu hanya untuk sementara karena (berharap saja) dia pasti akan berubah menjadi lebih baik.
Simple kan?

0 comments:

Leave A Reply