Skip to content

Westmorelandism Room

Bingung hendak menulis apa di kalimat pertama, sambil tetap memakan chocolate cheese baked bread yang baru saja saya buat, akhirnya saya menulis juga dengan kata-kata, "Bingung hendak menulis apa di kalimat pertama." So lame. But, anyway, setelah mengklik iTunes dan memutar "Jumper" yang dinyanyikan oleh Third Eye Blind, dan tetap menyantap cemilan di sore hari saya, kata-katapun tertulis, salah, terketik disini.


Oke, baru saja saya menonton (lagi) (500) Days of Summer dikarenakan tugas kuliah saya mengenai experimental art in narrative (terdengar berat -yang memang berat-) yang mengharuskan saya untuk benar-benar menontonnya dengan baik dan membuat review yang tidak kacangan a.k.a berbobot.

Okay, here we go, kalau ada cerita cinta yang diawali dengan menampilkan ending kisahnya, ini salah satunya yang terbaik yang pernah saya lihat. Tidak perlu menuliskan sinopsisnya karena saya yakin dosen saya sendiri tidak menyuruh saya untuk menulis sinopsis melainkan argumen dan pandangan mengenai film ini secara profesional penceritaan, oleh sebab itu silahkan menonton sendiri filmnya dan kemudian barulah baca kembali tulisan saya ini.

Lanjut mengenai kalimat saya tadi, jujur, gaya penceritaan film yang disutradarai oleh Marc Webb ini berbeda dan unik dari film-film yang bertemakan soal cinta sebelumnya. Seriously, pada awalnya saja kita sudah diwarning kalau ini bukan kisah cinta melainkan kisah mengenai cinta dan saya yakin konotasinya berbeda antara kedua. "
This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story." Karena ini kisah mengenai cinta, jangan disalahkan kalau kisahnya tidak happy ending seperti film cinta kebanyakan. Ini film dengan kisah yang biasa, namun tidak diceritakan dengan biasa. Hal ini yang membuatnya menarik.

Pertama, kita tahu mereka tidak akan bersama dari awal cerita, kemudian kita diajak untuk melihat lagi ke belakang, kepada kisah dimana mereka pertamanya bertemu dan si pria yang terlihat hidup segan mati tak hendak itu jatuh cinta kepada si wanita yang memang tidak percaya dengan yang namanya cinta, ditambah dengan wataknya yang keras kepala dan mandiri. Tapi penceritaan tentu tidak sedangkal itu. Bukan sekedar flash back biasa, tapi kita diajak untuk maju mundur maju lagi, mundur lagi, mundur, mundur, maju, maju, mundur, dan maju lagi. Ribet? Memang, tapi itu yang seru. Disini, cerita bisa tiba-tiba ke hari dimana mereka bersenang-senang, lalu pindah lagi ke hari dimana mereka bertengkar, lalu pindah lagi ke hari dimana mereka biasa-biasa saja, dan seterusnya seperti itu sampai akhirnya narator kembali berbicara untuk menutup film dengan sangat baik dan membuat saya tersenyum kecil sesudahnya.

Kembali ke masalah penceritaan yang aneh itu, kita akan tetap bisa mengikuti dan mengerti karena dibantu dengan pemunculan angka-angka hari -hari dimana mereka bersama, ya 500 hari di musim panas (summer) dengan tokoh wanita yang juga namanya Summer. Hal ini dapat saya katakan pintar karena point utamanya adalah itu, kalau kita ketinggalan sedikit saja potongan-potongan kisah itu, kita akan kesulitan untuk memahami keseluruhannya karena kisah tidak diceritakan sejalur, tapi dengan banyak jalur dan ruang waktu yang berbeda-beda yang saya yakin membuat penonton harus tetap melihat layar kaca mereka dan tidak menoleh sedikitpun walau untuk melihat siapa yang memencet bell pintu rumah.

Angka-angka itu sangat membantu, sangat sangat amat membantu karena kita menjadi tau kapan itu terjadi dalam kurun waktu 500 hari itu tanpa harus diceritakan oleh si tokoh maupun naratornya. Kita juga akan tau apakah kisah menyenangkan atau sedih atau juga yang biasa-biasa saja yang terjadi dari ilustrasi kertika angka-angka itu muncul. tentu saja kalu kisah itu akan sedih atau tidak menyenangkan maka ilustrasinya akan lebih suram dari yang biasanya. Pintar bukan. Endingnyapun cukup menarik, walau ini kisah yang tidak berakhir dengan tulisan "just Married." di bagian belakang mobil dengan kaleng-kaleng berisik menyangkut di belakangnya, namun si tokoh wanita ini dibuat berakhir senang karena ia menikah dengan seorang pria, sedangkan si Tom, diapun dibuat mengerti beberapa pelajaran atas apa yang dialaminya selama bersama dengan Summer dalam kurun waktu 500 hari itu dan akhirnya dia ditemukan dengan seorang wanita lain secara tidak sengaja ketika ingin melamar pekerjaan, lucunya, nama wanita itu adalah Autumn. Setelah musim panas ya musim kemarau. Setelah Summer ya Autumn. Dan serunya, ending dibuat mengambang, maksudnya penonton dapat dibuat seperti dalam kondisi ini, "Wah, berarti ada cerita lain abis ini, tapi ga diceritain." Di akhir si tokoh utama menanyakan nama wanita itu dan wanita itu menjawab kalau namanya adalah "Autumn", detik berikutnya si tokoh pria memandang ke arah kamera a.k.a penonton dan tersenyum kecil, detik berikutnya juga angka-angka baru dimulai lagi dari 0 dan gambar pohon musim panas berganti menjadi pohon musim kemarau. (500) Days of Autumn huh??

Intinya, kisah tidak berhenti sampai disitu, yang akhirnya saya putuskan menjadi sebuah pesan terselubung bahwa ketika kita putus dengan seseorang, maka akan ada orang lain setelahnya, sama saja seperti satu kisah selesai dan kisah lain menanti. Tapi kisah itu akan bagaimana, ya kita tidak akan tahu pasti, yang jelas itu akan terjadi. Kesan yang saya tangkap untuk ending adalah seperti itu. At least, ini cukup membuat lega bagi saya yang tidak terlalu suka dengan sebuah bad ending karena walau pada akhirnya tidak bersama si tokoh wanita yang dicintainya, ia bisa memulai kisah cinta lainnya dengan wanita baru yang ditemuinya. At least juga, dia tidak mati bunuh diri saking depresinya patah hati.

Dan nilai tambah ada pada point-point ini: music, quotes, dan design.
1. Quote, banyak kata-kata menarik yang tidak dibuat-buat dan terkesan indie dalam film ini. Simple, tidak lebay, namun tepat. Seperti dialog dibawah ini.

Tom: What happens when you fall in love?
Summer: You believe in that?
Tom: It's love, it's not Santa Claus.

See, simple, namun memang begitu kenyataannya. Seperti dialog kekesalan si Tom di bawah ini ketika ia ditinggalkan begitu saja oleh Summer yang memang tidak ingin berkomitmen dari awal.

"This is lies. We are liars. Think about it. Why do people buy cards? It's not because they want to say how they feel. People buy cards because they can't say they feel or are afraid to. And we provide the service that let's them off the hook. You know what? I say to hell with it. Let's level with America. Or at least let them speak for themselves. Right?"

Saya pikir itu cukup keren dan cukup untuk membuat sadar.

2. Lanjut kepada kelebihan yang lain, Really, the music was so good and the lyrics was so synchronize with the film. Dan saya baru sadar kalau lagunya sudah ada di iTunes saya, pantas saja terdengar familiar. Ada dua yang saya suka yaitu She's Got You High by Mumm-Ra dan Sweet Disposition by The Temper Trap.

She's Got You High - Mumm-Ra

She's got you high and you don't even know yet
She's got you high and you don't even know yet
The sun's in the sky, its warming up your bare legs
You can't deny your looking for the sunset

She's got you high and you don't even know yet
She's got you high and you don't even know yet
It's the search for the time before it leaves without you
Have you lost your mind or has she taken all of yours too?
Whats this about? I figured love would shine through
We've lost romance this world has turned so see through
Open your mind, believe it's going to come to
Romance alive and hope she's going to tell you

She's got you high!

Sweet Disposition - Temper Trap

Never too soon
Oh reckless abandon, Like no one's watching you
A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs
A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A dream, a laugh

Just stay there Cause I'll be comin' over While our bloods still young
It's so young, it runs
Won't stop til it's over. Won't stop to surrender
Songs of desperation, I played them for you

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
our rights, our wrongs
A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A dream, a laugh

Just stay there Cause I'll be comin' over While our bloods still young
It's so young, it runs. Won't stop til it's over. Won't stop to surrender

A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won't stop til it's over)
A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won't stop til it's over)
A moment, a love
A dream, a laugh
A kiss, a cry
Our rights, our wrongs (won't stop til it's over)
A moment, a love
A dream, a laugh
A moment, a love
A moment, a love (won't stop to surrender)

Yah, kira-kira juga mengerti kisah cinta di dalamnya seperti apa. Not a good love songs but yeah, a good songs about love.

3. Terakhir, Dari sisi grafis, entah kenapa desain dalam film seperti motion graphic setiap angka yang muncul serta gambar-gambar arsitektur yang dibuat oleh si tokoh utama ini cukup menarik perhatian. Terutama pada endingnya, dimana si Tom ini patah hati sangat, background sekirtarnya tiba-tiba menjadi seperti sketsa pensil di kertas yang terhapus perlahan dan hanya menyisakan dia seorang. Hal ini sungguh menambah kesan dramatisnya.

Well, sang sutradara yang katanya adalah sebuah sutradara video klip (dan ini adalah film perdananya!) berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda dari segi penceritaan dari kisah 500 hari si Tom dengan si Summer ini secara acak. Intinya, film ini berisi kisah biasa yang merupakan perpaduan antara ide penceritaan yang tidak biasa ditambah dengan copywriter yang jenius dan lagu yang keren serta grafis yang mendukung dengan baik. Kalau di rate, saya beri angka 8 dari 10. Jujur, film ini sedikit sulit dimengerti tapi saya mencoba untuk mengerti, terutama di bagian akhir ketika Tom dan Summer akhirnya berbicara mengenai Summer yang tidak menyukai sebuah hubungan bisa menikah dengan seorang pria. Dengan santainya Summer menjawab bahwa itu adalah takdir. Semua sudah di atur. Ya sejenis itu. Itu cukup menyadarkan saya bahwa kebersamaan kita sekarang ini dengan seseorang, bukan berarti kita akan bersamanya kelak karena bisa saja kita akan bersama dengan orang lain yang tidak kita kenal, even the perfectly stranger. Karena itu semua sudah ditakdirkan, jadi jangan terlalu berharap banyak atas sebuah hubungan sebagai persiapan untuk kemungkinan terburuk apabila dikecewakan kelak.

Seperti inikah yang anda pikirkan setelah selesai menontonnya? Mungkin saja pemikiran anda tidak sama dengan pemikiran saya, karena film ini endingnya memang memunculkan banyak persepsi, baik yang buruk, baik, bahkan biasa-biasa saja mengenai kisah cinta, bukan, kisah mengenai cinta tepatnya. So, jangan terlalu berharab akan kisah yang lebay dan romantis, tapi ambilah pelajaran yang bisa diambil di dalamnya.

Ada satu quote yang bijak dari adik Tom yang ternyata lebih dewasa darinya walau umurnya terpaut jauh dari tom, "Look, I know you think that she was the one, but I don't. No, I think you're just remembering the good stuff, next time you look back, I, uh, I think you should look again."
Ayo para pria dan wanita yang patah hati, jangan termakan oleh yang namanya cinta karena yang kalian kenang di kepala kalian adalah memori yang indah saja, kalau kalian memikirkan yang buruk, mungkin akan lebih mudah untuk melupakan bahkan mencibir orang yang sudah membuat anda sakit hati. Just get up! Quit being a pussy.

Attention with this one:
"Most days of the year are unremarkable. They begin, and they end, with no lasting memories made in between. Most days have no impact on the course of a life. May 23rd was a Wednesday.
"


Akhir kata, really-really keep on eye with it, and grab the lessons.





a

t


5 comments:

  1. Permalink #
    my life... said

    aku juga nulis tentang film ini di blog aku :).
    Silahkan mampir http://hasti-skarsih.blogspot.com/2011/07/500-days-of-summers.html

  2. Permalink #
    Arief said

    Aku juga nulis tentang film ini di blog aku. 2 X malah !!
    disini
    http://boutarief.blogspot.com/2011/09/500-days-of-summer.html
    dan disini
    http://boutarief.blogspot.com/2011/12/kenapa-aku-begitu-suka-500-days-of.html

  3. Permalink #
    Feri Pernando said

    This comment has been removed by the author.
  4. Permalink #
    Feri Pernando said

    udah pernah nonton filmnya, Tapi tulisan mu terdengar
    (= terbaca) lebih menarik dari filmnya.

  5. Permalink #
    Puguh Ardyanto said

    she's got you high-nya mumm-ra ko aku search di iTune ko gak ada ya? kamu dapet lagunya mumm-ra dari mana, bagi info dong :)

Leave A Reply