Skip to content

Westmorelandism Room

Meluangkan waktu dalam kesempitan tugas dan rutinitas, menulis sejumput penat yang itu-itu saja, malah mungkin bertambah.


Belakangan ini entah kenapa, selalu saja merasa sendiri. Walau banyak orang disekitar, seperti makhluk halus yang tak kasat mata, peduli setan dengan mereka, saya merasa sendiri.
Belakangan ini entah kenapa, banyak yang sepertinya memakai topeng, oh, apakah sudah dari dulu begitu? Entahlah. Pura-pura baik di depan, menusuk di belakang. Maunya apa?
Belakangan ini entah kenapa, banyak aib terkuak. Banyak backstabber berkeliaran, banyak omongan di belakang, banyak yang tidak jujur, banyak yang munafik, banyak yang tidak menjadi dirinya sendiri, banyak yang egois, banyak yang mulutnya jahat, banyak yang setan!!

Belakangan ini saya bertanya, "Kenapa semua orang sepertinya palsu? Mana yang asli? Mana yang tulus? Mana yang namanya teman? "
dan selalu berakhir dengan, "People suck."
Padat. Singkat. Jelas. Kenyataan.

Belakangan ini entah kenapa bawaannya ingin menjadi orang jahat. Karena semua kebaikan dan keramahan dibalas dengan kejahatan dan kekerasan yang sebanding dengan kemunafikan dan kepalsuan.

Mungkin ini hanya ada di benak saya yang sudah terkontaminasi dengan polusi-polusi kata-kata negatif, biarlah. Tapi sungguh, ini susah untuk dibersihkan kembali, sekalipun memakai detergen pembersih otak.
Saya pikir percuma. Untuk apa berpikir dan bersikap positif apabila dibalas dengan yang negatif?
Mungkin akan jauh lebih baik kalau negatif dibalas dengan yang negatif juga. No hard feeling.

Tapi itu bukanlah hidup dan itu bukanlah saya.
Saya sudah terbiasa hidup sendiri. Saya dididik untuk mandiri. Saya diajar untuk berjuang sampai saya tidak mampu lagi untuk bekerja. Saya diajar untuk berusaha memperbaiki apa yang tidak benar, bukannya malah menangis dan merengek minta dibetulkan.
Saya terbiasa hidup terpisah-pisah dari orang-orang yang saya sayang dan mulai terbiasa dengan yang namanya kepalsuan.

Karena percaya atau tidak percaya, saya sendiri mempertanyakan, "Sebenarnya saya itu siapa dan bagaimana?"
Mungkin saya terikut menjadi palsu dan munafik?
Ya mungkin seperti itu benar adanya. Tapi tenang, sebentar lagi topeng seperti itu akan saya buka dan saya akan menjadi saya yang lagi-lagi menjadi orang tidak enak hati, menjadi orang yang sok peduli masalah orang lain, dan harus menjadi orang yang kuat disakiti, kuat di tusuk dari belakang, kuat dipalsukan, dan menjadi orang yang siap menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

I am not a hero, neither superwoman. But i am try to be a helper as much as i can, as long as i have the power to do it. yeah, i am just an ordinary human with many thought.

0 comments:

Leave A Reply