Skip to content

Westmorelandism Room

Jadi kemaren itu setelah menunggu-nunggu begitu lama film Devil (sebenernya gue ga nungguin tapi gara-gara si jibul pegen nonton banget itu film, gue jadi ikutan nunggu film itu keluar) akhirnya kemaren gue langsung telpon jibul dan beli tiket buat dua orang di C tengah-tengah. Waktu itu uda malem dan bioskop jadi tambah dingin gara-gara filmnya bergenre thriller, meneganggkan, dan buat kaget. Sebenernya setiap pelem serem itu kalo ga didukung sama audio, kemungkinan kita yang nonton akan takut akan sangat menyusut. Tapi seperti biasa, gua akan selalu nutup mata gue, walau ga sepenuhnya, tapi cukup untuk membuat lubang kecil supaya mata gue bisa liat film tanpa harus semua screen gue lihat. Itu jelas memperkecil ketakutan gue.

Jadi langsung aja soal film itu, tadinya gue kira akan ada peperangan antara malaikat, iblis, dan Tuhan, atau menganggak kisah alkitab dalam dunia modern ini, nyatanya tidak, bukan itu. Filmnya lebih simple dari yang gue duga namun masih dikemas secara menegangkan dan intinya dapet. Ini kisah soal Devil a.k.a iblis dan manusia-manusia berdosa. Ceritanya dimulai dari seseorang yang bercerita kalau ibunya dulu pernah bercerita tentang iblis yang datang menghampiri orang yang bunuh diri. Saat itu memang ada kasus bunuh diri, ada orang yang lompat dai atap gedung kira-kira lantai 40an tapi anehnya tubuhnya jatoh di atas truk yang tidak begitu jauh dari gedung. Aneh karena tubuhnya tidak jatuh tepat di bawah gedung itu. Hal ini membuat seorang polisi Philadelphia menangani kasus ini. Polisi ini cukup pintar untuk menganalisa sesuatu, akhirnya dari tkp pertama yaitu truk, dia pergi ke gedung tempat si korban loncat bunuh diri. Meanwhile, di waktu yang bersamaan, tempat yang sama yaitu gedung itu, ada 5 orang yang secara random atau memang sudah diatur nasibnya masuk dalam satu lift yang sama. Nah, disinilah cerita yang sesungguhnya dimulai. Lift itu tiba-tiba mati and that is not good.

Lima orang itu terdiri dari 1 nenek-nenek, 1 satpam gedung itu yang baru masuk, 1 cewe cantik, 1 cowo yang mukanya culun dan bawel, dan 1 cowo lumayan ganteng yang macho. Mereka terjebak disana, bukan karena kebetulan, tapi memang takdir. Katanya (ingat orang pertama yang sedang bercerita) kalau ada orang yang bunuh diri, berarti iblis ada di dekat situ dan semuanya akan menjadi buruk, karena iblis-iblis itu akan bersatu, namanya "Pertemuan Iblis".

Nah kalo cuma terjebak doang dan liftnya nyala lagi sih ga seru, semua orang dari mekanik sampe petugas yang pengen betulin lift itu mati satu persatu. Intinya ga ada yang bisa nolongin 5 orang itu dari yang namanya kematian. Alhasil setiap lampu mati di lift itu, kejadian-kejadian aneh muncul, sampe satu persatu mati disana. Usut punya usut, ternyata setiap orang itu punya catatan kejahatan sendiri-sendiri. Ternyata si nenek itu pencopet, si cewe itu tukang boong, si satpam pernah mukulin orang sampe mati, si muka cupu itu sangat annoying, dan satu lagi, akan gue ceritain belakangan.

Yang pertama mati adalah si muka cupu, lalu nenek, lalu satpam, dan orang-orang di dalam lift itu berpikir bahwa ada salah satu dari mereka yang membunuh entah dengan motif apa. Nah pada saat bersamaan di CCTV, si polisi tadi meneliti dan petugas disana yang religius, dia melihat ada gambar devil yang terekam CCTV. Tadinya si polisi itu tidak percaya sama hal-hal begituan, tapi akhirnya dia ngeliat sendiri di CCTV potongan-potongan gambar aneh dimana semuanya mati berdarah-darah.

"Everybody believes in him a little bit, even guys like you who pretend they don't. "

Si petugas religius itu bilang gini, kalo iblis uda ada di suatu tempat, semua akan tertimpa hal yang buruk. Kalau ada anak yang jatoh kepentok meja, trus disisi laen, roti yang jatoh terbalik di lantai, dan hal-hal sial lainnya, berarti semua merambat. Sisa yang ada di lift sekarang tinggal 2 orang, si cewe sama cowo ganteng macho. Pikiran mereka berdua uda sama-sama jahat karena takut dibunuh satu sama lain. Dan ternyata oh ternyata pas lampu mati (maaf jadi spoiler) si cewe yang akhirnya mati, padahal si cowo ga ngapa-ngapain. Nah pada saat itu ternyata oh ternyata si nenek itulah yang iblisnya, padahal di pertamanya dia uda mati duluan kelilit kabel. Di iblis mau ngambil nyawa si cowo karena ternyata dulu pas di Bethlehem, si cowo itu pernah nabrak mobil gara2 mabok dan orang di mobil itu, ada ibu dan anak, mati di tempat. Di jadi pelaku tabrak lari. Dan sialnya, si polisi Philadelphia itu ternyata suami yang anak dan istrinya jadi korban tabrak lari si cowo. Ironis. Antara mau nyelamatin sama trauma yang dulu, si polisi ini stress.

Si cowo itu sangat menyesal, emang dia dari dulu uda menyesal. Nah, dia ngaku sama di iblis itu kalo dia emang pernah nabrak orang sampe mati dan dia minta maaf, dia menyesal. Dia bilang, gapapa kalau dia yang diambil nyawanya, tapi selamatin si cewe tadi karena dia ga salah apa-apa.

Si iblis bilang gini: "Whores, liars, cheaters, & deserters: all in the same."

Si Iblis jadinya keki, si cowo ini uda ngaku dosa dan melakukan sacrifice. Akhirnya dia pergi dengan bilang gini, "Oh, aku sudah lama mengincarmu.". Alhasil si cowo selamat dengan 2 sisanya mati karena dosa mereka. Endingnya yang gue suka, si polisi bilang gini sama si cowo, "Itu ibu dan anak yang jadi korban tabrak lari di Bethlehem, itu adalah istri dan anak saya." Si cowo itu diam dan tambat pucat, dia uda pasrah.

"An apology note left at the site of a hit and run. My wife and son were killed out on Bethlaham Pike five years ago but, thats ok, because whoever did it is *sorry*. You can tell by the heartfelt apology on the back of a carwash coupon."

Tapi si polisi itu bilang begini lagi, "Dari dulu saya ingin bilang ini, saya memaafkanmu." Kemudian ada suara laki-laki lagi berkata (yang ternyata dari awal bercerita itu si petugas religius itu), "Ibu kemudian menenagkan kami setelah ia selesai bercerita, katanya: "Don't be afraid, if devil is real, then God is real too." END.

Gue langsung merinding dan seyum. Oh God, ini ya yang disebut hukuman atas kejahatan?? Males banget ga sih kalo ternyata kita uda diincer sama iblis gara-gara perbuatan jahat yang kita lakukan. Kita jadi mangsanya. Amit-amit. Intinya sih gue dapet banget. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan, begitupula dengan memaafkan. So? Got the point? :)

Selamat nonton.

"Don't be afraid, if devil is real, then God is real too."


0 comments:

Leave A Reply