Skip to content

Westmorelandism Room

barusan aja ada dua orang mba-mba yang sepertinya spg. satu orang terlihat sibuk dengan ponselnya dan satu lagi jalan lunggang langgang. yang dipermasalahkan sebenarnya bukan gaya mereka berjalan atau apa, tetapi gaya salah satu diantara mereka yang memakai dress putih ketat pas badan dan mini dan agak transparan. pertama kali melihatnya jelas saya menyerngit dan mengangkat alis. kening sayapun berkerut aneh.


yang membuatnya terlihat aneh bagi saya adalah, karena saya berjalan di belakang mereka, saya bisa melihat jelas pakaian dalam terutama celana dalam yang dipakai oleh si mba berdress putih ketat ini. dalam hati saya bergumam, kalau mami yang melihat ini, pasti dia sudah mengoceh, "ya ampun....ckckck." lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

yang saya lihat bukan g-string atau celana dalam berenda-renda tapi lebih seperti celana dalam anak SD, putih, pinggirnya warna biru, dan tengahnya ada gambar pingguinnya. saya tidak bilang kalau saya mempersalahkan celana dalam yang kekanakan itu karena jujur saya juga punya beberapa, tapi bukan pinguin, melainkan kuda laut *jujur.

nah, yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah, dia berjalan dengan dress minim dan celana dalam terlihat kemana-mana di jalan yang sedang dibetulkan, alias banyak sekali tukang-tukang genit pastinya berada disana. ya selanjutnya tau lah kira-kira apa yang terjadi. semua mata memandang, dan ada yang bilang begini. "aduh neng, bajunya kekurangan kain yah?? kok seksi amat sih??"

saya hanya bisa berdeham. saya tidak bisa melihat ekspresinya saat itu karena saya sudah berada di depannya, mendahuluinya. yang jelas, mungkin dia seharusnya dapat lebih menempatkan diri lagi kalau ingin berpakaian seperti itu, or at least, dia memakai celana ketat atau baju dalam tambahan yang rapih agar tidak terlalu ketara, karena itu lumayan tembus pandang mba....

sekilas, sempat terpikir oleh saya, apa hak saya untuk menjudge dia? memangnya saya sudah berpakaian dan bersikap sopan? saya rasa belum. lalu, kenapa saya harus menghakiminya dengan pikiran buruk? lagipula itu urusannya, bukan urusan saya.

hanya saja yang mau saya katakan adalah, sebelum kita menjudge orang lain, lebih baik menjudge diri sendiri dulu, apakah kita sudah benar atau at least lebih baik darinya?? kalau belum, lebih baik jangan menghakimi karena ga ada satu orangpun yang sempurna di dunia ini. tidak ada.

i have no right to judge people, so do you.

0 comments:

Leave A Reply