Skip to content

Westmorelandism Room

Ada obat di lemari bajuku. Sebotol obat lebih tepatnya, hanya saja isinya semua kapsul. Entah obat apa saja yang ada di dalamnya karena aku terlalu malas untuk mengklasifikasikannya dan mengaturnya di tempat-tempat yang berbeda, tapi yang pasti saking desponya karena patah hati, semuanya ku minum. Tanpa terkecuali. Itu sukses membuat kakek dan nenek terkejut ketika mendapatkanku sudah tergeletak di lantai kamar dengan mulut yang berbusa. Sukses juga membuat satu komplek heboh dengan sirine ambulans. Sukses juga membuat sang dokter yang menanganiku kewalahan. Aku hampir mati, oh yes, hampir, tapi sayangnya tidak. Nyatanya aku selamat. Sial.

0 comments:

Leave A Reply