Skip to content

Westmorelandism Room

Beberapa hari setelah kakakku meninggal, kami sekeluarga pindah ke rumah baru. Kali ini kami tidak bisa membeli rumah, sehingga kami hanya mengontrak saja. Saat pertama kali datang, aku melihat ada kolam renang yang tidak terlalu besar disana, hanya saja kolam itu cukup dalam. Kolam itu terlihat menjijikan karena berlumut. Aku yakin orangnya terlalu malas untuk membersihkannya.

Ketika itu ayah dan ibu sedang sibuk membereskan barang-barang dan membersihkan rumah baru kami. Aku yang masih trauma dengan kejadian itu, berjalan ke arah kolam tadi. Sungguh, gambaran ketika rumah kami terbakar dan kakak yang tertimpa balok masih menempel seperti perekat yang tidak mau luntur dalam otakku. Lalu sekilas terbesit dalam benakku, kalau aku tenggelam, kehabisan napas, dan mati, akankah aku bertemu kakak dan mengucapkan bahwa aku tidak akan pernah meninggalkannya lagi? Ya, mungkin cara ini akan berhasil.

Sekedar informasi, aku tidak bisa berenang. Ini akan sangat membantu pikirku. Akhirnya, masuklah aku ke dalam kolam itu. Benar saja, aku megap-megap, tidak bisa berenang, dan setelahnya yang terjadi adalah aku tenggelam di dalamnya dan pingsan.

0 comments:

Leave A Reply