Skip to content

Westmorelandism Room

Kuliah, kerjaan, panitia, keluarga, pacar, teman.

Capek sama rutinitas.
Kapan gue bisa menikmati hidup yang isinya seneng-seneng terus?
Paling gak sampe titik-titik kebosanan akan kesenangan.
Kapan gue bisa hidup tanpa mikirin kuliah, kerjaan, panitia, keluarga, pacar, teman, dan uang??!!
Gue pengen bebas dari semua rutinitas yang berulang-ulang lagi dan lagi.
Maaf, tingkat kebosanan memuncak dan memburuk.
Maaf, gue capek!

Tuhan, 24 jam ga cukup buat saya. Bisa kasih waktu lebih lagi buat ngerjain semuanya?
Atau kalau gak, kasi saya kekuatan extra buat ngerjain semua tugas dari-Mu.
Saya tahu kalau Tuhan bilang saya sanggup berarti saya sanggup, hanya saja tidak ingin jadi munafik ketika kepenatan melanda.
Maaf, kalau kata-kata kasar yang keluar dari mulut saya, bukannya pengucapan syukur atas apa yang saya miliki sekarang.
Maaf saya khilaf.
Maaf saya bodoh dan selalu mengeluh.
Maaf saya jarang bersyukur, malah banyak keluh kesah.

Kapan bisa selalu ucapan syukur yang keluar dari mulut gue instead of kata-kata kebun binatang dan perbuatan asusila lainnya?
Kapan-kapan.

BENAR-BENAR PENAT dan ingin teriak 'SHIT!!'
tapi disisi lain mau berterima kasih sama Tuhan buat SEMUA kesenangan dan pencobaan yang ternyata menguatkan. Seperti bejana, saya lagi dalam proses pembentukan menjadi sebuah bejana yang bagus, kuat, kokoh, tanpa cela. Tapi prosesnya, sakit.
Wajar.

kenapa kalau kentang yang kita goreng gosong terus kita marah-marah sama kentang yang gosong itu? Kasian tau kentang yang gosong itu. Padahal kentang yang gosong itu berkorban buat kentang-kentang yang lain. Kalau ga ada kentang yang gosong, kita ga tau kalo kentang yang lain uda mateng. Kentang yang gosong itu sebagai patokan yang berkorban supaya kentang yang lain enak dimakan gara-gara ga gosong.


sama kayak hal ini:
Kenapa kalau ada orang yang salah terus kita ngejek-ngejek dia? Kasian tau orang itu. Padahal dia berkorban buat orang lain. Kalau ga ada dia yang berbuat salah, orang lain ga akan ada yang dinyatakan benar dan orang lain ga tau mana yang bener dan mana yang salah. Orang yang berbuat salah itu sepagai patokan supaya orang lain belajar dari kesalahannya.

So, bersyukurlah karena ada kentang yang gosong sehingga kita kita bisa makan kentang yang enak. Bersyukurlah karena ada orang yang salah sehingga kita bisa belajar dari kesalahannya.

Di angkot M12 menuju Pasar Baru ada seorang anak dengan ibunya yang membawa satu karung berisikan aqua gelas-aqua gelas yang kosong. Si ibu berbaju kuning dan nampak seperti orang Cina daerah, sedangkan si anak laki-laki itu memakai baju merah, kira-kira berumur 12 tahun.


Ibu: "Eh lu jangan bandel-bandel yah, nurut sama gue. Kalo ga bisa diem ga gue buatin nih."
anak: "Iyah." (sambil liat kiri kanan jalan)
Ibu: "Kalo lu nakal-nakal gue tinggal tidur sampe besok siang loh." (padahal itu siang hari, berarti dia tidur 24 jam!)
anak: "Mau ke rumah papa ah."
Ibu: "Ngapain ke rumah papa lu?"
anak: "Mau main aja ke rumah papa."
Ibu: "Mau main lagi... Papa lu uda meninggal."
anak: "Mau main ke rumah papa."
Ibu: "Eh, denger ya, siapa yang ngurus lu selama ini?"
anak: "Papa sama Mama." (dengan lugunya)
Ibu: "Eh papa sama mama lagi. Siapa yang ngurus lu selama ini? terang-terangan? yang nampak wujudnya? Gue kan, mama lu."
anak: "Papa sama mama."
Ibu: "Eh bapak lu uda sama cewe lain noh. Diambil sama cewe lain."
anak: "........" (diam dan tidak lama setelah itu mereka turun dari angkot)

This boy is really love his dad. He is really need his dad. he is really miss his dad. Maybe even tough his dad is so far away from him.
and i, I love my dad. I really need him. I really miss him too. Even tough he is so far away from me. In the middle of nowhere. Kinda understood the boy's feeling. :)

Jek, ketinggalan yang ini. Gue tadinya mau nulis asal muasal kenapa Gracia Samantha Hendrata sukanya pake Westmoreland. Ini mau gue bahas di yang Saya Bangga Saya Batak tapi kelupaan. Sorry ni ya jek. Sorry. *apasih gue, Keong Racun abiss... -_____-


Kenapa harus Westmoreland dah??

Jadi gini loh sodarah-sodarah sekalian. Gue sering memakai Westmoreland yang artinya adalah Hutabarat. Hutabarat kan marganya nyokap gue (baca Saya Bangga Saya Batak). Nah, Westmoreland itu Hutabarat versi bahasa inggris. Ngaco emang. Disambung-sambungin aja lah. Hahaha. Gue sering noh make nama itu walau gue bukan Westmoreland. Contohnya di DevianArt gue: tatha-westmoreland.deviantart.com. Trus di tumblr gue: Tatha.World.Westmoreland. Trus di blog gue ini dah: Westmorelandism Room. Trus pas tugas buad logo pribadi. Gue pake Westmoreland Graphic House. Trus pas buad logo Eco Market: West Eco Market. Everything is about West and West and West! Even though i came from the East. Nyeh. So addicted with this name.

Kan gini:
West: barat
Moreland: huta
Kalo di suku batak, di Medan sana, huta itu artinya suatu kumpulan dari beberapa keluarga dalam satu keluarga. Hut sendiri dalam bahasa inggris kan artinya pondok gitu. Land sendiri artinya pulau. jadi Moreland: banyak pondok dan keluarga (kayak kepulauan).
jadi, Westmoreland: pondok keluarga berpulau di bagian barat.

Ngerti ga? nyambung ga? ya gitu lah pokoknya, cerna sendiri aja. Hoho.
Banyak yang nanya sama gue. "Kok Westmoreland sih?" ato "West-west mulu sih loe?"
Jawab: ya gue suka mang napa?
Simple kuaaan jawabnyuaaa... -____-

Yak, sekian post tak penting ini. Pokoknya begitulah. Horas!

Guys gue ini keturunan Jawa dan Batak dengan campuran Cina sedikit. Tapi mata gue ga sesipit mata orang Cina. Gue ga sealon-alon asal kelakonnya orang Jawa. Dan gue ga sekeras orang Batak lain kalo ngomong. Kesimpulannya, gue adalah So-So. Ga terlalu sipit, ga terlalu lelet, ga juga terlalu toa. Nah sekarang kita kesampingkan dulu masalah Jawa dan Cinanya. Ini gue mau cerita soal gue dan keluarga Batak gue.

Jadi ya, gue dapat cap Batak dari pihak nyokap. Tapi sayang, gue ga dapet marga kayak marga nyokap, Hutabarat, karena bokap gue bukan Batak, tapi Jawa. So, kalau menurut adat, gue ini dapet marga atau lebih tepatnya dikasi marga dari pihak keluarga nyokap yang lain dan gue dapet marga Simatupang. Siang malam tunggu panggilan. Ngok. -_____-

Nah terus begini. Gue karena suatu sebab disuru nulis list nama anak-anak dan cucunya ompung gue itu. Di batak kita manggil nenek dengan Ompung boru. Manggil kakek dengan Ompung Doli. Correct me if i am wrong.
Nah ini listnya:

Anak Ompung gue (Janus Sahat Raja Hutabarat dan Clara Simanungkalit) - dari yang paling tua:
1. Alm. Meyer Salomo Dirgos Hutabarat
2. Eiwan Saat Halomoan Hutabarat
3. Elsarik Panusunan Hutabarat
4. Rotua Ratna Trimurti Hutabarat
5. Victor Madongsa Hamonangan Hutabarat
6. Rosita Tioria Hutabarat
7. Roosje Erica Augustina Hutabarat
8. Maruli Immanuel Parada Hutabarat

*tebak nyokap gue yang mana. Hahaha

Cucu Ompung gue (Janus Sahat Raja Hutabarat dan Clara Simanungkalit) - dari anak tertua:
1. Laura Dameria Dwiari Hutabarat
2. Angela Anastasia Hutabarat
3. Marscella Agaputri Hutabarat
4. Samuel Argaputra Hutabarat
5. Salomo James Christian Hutabarat
6. Timothy Hutabarat Harewood
7. Wendy Tioria Harewood
8. Keshia Viola Nabasa Hutabarat
9. Lavico Hutabarat
10. Markus Michael Effendy Siahaan
11. Joshua Mario Effendy Siahaan
12. Gracia Samantha Hendrata Simatupang
13. Grania Savannah Hendrata Simatupang
14. Russel Hutabarat

Kesimpulan gue setelah mendata sensus penduduk ini, salah, sensus keluarga adalah:

10 Facts about Batak:

1. Orang Batak ngasi nama panjang-panjang oi.

2. Orang Batak itu ikut marga ayah (gue lupa istilahnya. *anak IPS lupa sosiologi ya begini ini) contohnya yang semua nama keluarganya Hutabarat berarti itu bokapnya Hutabarat. Gue? Lo liad aja nama keluarga gue Hendrata. Tipikal Jawa banget noh. Ngok. -____-

3. Biasanya kalau mamak atau bapak kita dipanggil biasanya (memang) dipanggil sesuai nama anak pertama. Contohnya kalo nyokap gue dipanggil sama ompung: Mamak Samantha. dsb.

4. Begitu pula dengan Ompung. Kalo ompung dipanggil sesuai dengan nama cucu dimana bokapnya adalah anak tertua di keluarga itu. Contohnya ompung gue dipanggil Ompung Laura. Laura ini sepupu gue yang bokapnya adalah anak tertua di keluarga. Padahal gue sama Laura umurnya cuma beda setaon dan ulang tahunnya cuma beda 20 hari sama gue.

5.Kenyataan bahwa di Batak diperbolehkan nikah sama keluarga sendiri selama dia pariban atau mapariban. Ga ngerti? Gini, jadi gue boleh nikah sama sepupu gue yang menyandang nama Hutabarat. Sedangkan sesama Hutabarat ga boleh nikah. Sama kayak sesama garis keturunan luar yang menyandang nama bukan nama keluarga, tidak boleh menikah. Contoh: gue sama sepupu gue yang ga punya nama Hutabarat ga boleh nikah. Begitupula yang sesama Hutabarat. Ga bole nikah. Nah, kalo Ompung doli gue yang alm. Dia bilang gini kira-kira: "Ngapain sih nikah sama saudara sendiri? Ketemunya tulang sendiri, nantulang sendiri. Kalian kalo perlu nikah dari sabang sampe merauke. Kalo perlu keluar Indonesia. Biar kalo ngumpul anaknya aneh-aneh. Blasteran gitu." Yah ini sih uda gue adaptasi kata-katanya. Ga mungkin ompung gue ngomong dalam bahasa gaol begitu. Hahaha. Jadi deh ada yang nikah sama sesama Batak, sama orang Jawa, sama orang Cina, sama bule juga ada. dan emang kita semua kalo kumpul aneh-aneh mukanya. Aneh dalam hal baik yah. Kami semua ganteng dan cantik kok. *pede jaya Huahuahua.

6. Kami manggil om dengan sebutan Tulang dan tante dengan sebutan Nantulang. Itu kalau ibu atau ayah kalian termasuk anak yang lebih kecil daripada om dan tante kalian. Kalau ayah dan ibu kalian lebih tua dari om tante kalian maka kalian manggilnya Uda dan Nanguda. Ngerti? gue sendiri pusing.

7. Orang Batak itu biasanya persaudaraannya erat banget. Yang bukan semarganya aja selalu dianggep sodara, apalagi yang semarga. Contohnya gini: di kampus gue ada ade kelas gue yang namanya Sime Hutabarat. Nah dia uda gue anggep sodara gue. Ada juga dulu di sekolah gue temen gue yang namanya Fabio Pagalan sama Steffany Pangaribuan. Mereka juga gue anggep sodara gue. Begitu sebaliknya. Kayak ada tali penghubungnya gitu. Entah kenapa dan mengapa. *sama aja oon. -___-

8. Salah satu keuntungannya jadi orang batak itu adalah kita aman saat berkendaraan umum. Banyak kan tuh kenek, sopir bus, sampe pencopet yang orang batak. Tinggal ajak ngomong aja pake bahasa batak, merka bakal nganggep kita sodaranya dia. Kadang kalo sopir suka dikasi gratis bo, kalo copet ga jadi nyopet. "Woi, sodara kita itu. Jangan diapa-apain." Buakakakakaka.

9. Bahasa batak susyeh guys. Gue cuma ngerti dikit. Tapi enak juga kalo bisa bahasa daerah loh.

10. Orang batak jago nyanyi dan musik. Ini jelas banget ada di keturunan nyokap. Tulang gue ada yang pelatih vokal, produser musik, sampe penyanyi juga ada kalo lo tau dan sadar dia siapa. Begitupula dengan sodara-sodara gue. Banyak yang bisa nyanyi dan suaranya bagus. Banyak yang bisa maen alat musik. Ada juga yang vokalis band. Gue? So-so dibilangin dari pertama. -____-

Yaitu dah kira-kira. Walau ga perfect tapi ya itu keluarga gue. Dan gue jelas bangga menyandang suku Batak ini walau kami suka makan saksang. Buakakakakaka
*saksang: daging anjing

Ini ada lagu Batak rohani yang gue suka dan inget kalo dinyanyiin pas syukuran keluarga.
Sonang Di Lambung Jesus (Buku Ende No. 214)

Sonang di lambung Jesus, sonang na ro tusi
Unang be ho mabiar, lao mandapothon i
Tongtong dijouhon Jesus, sai ro ma ho tu au
Tadingkon haholomon, jala haosi au
Sonang di lambung Jesus, sonang na ro tusi
Unang be ho mabiar, lao mandapothon i

Sonang di lambung Jesus, rap hita lao tusi
Inganan na umuli, do di lambung na i
Ai nunga diparade, hasonanganta i
Asa marhasonangan, na ro tu Jesus i
Sonang di lambung Jesus, rap hita lao tu si
Inganan na umuli, do di lambung na i

Jesus haholonganku, Jesus haposanki
Saleleng au mangolu, dohot di tingkiki
Ndang be huhabiari, angka pangago i
Ai diramoti Jesus, au hinophopna i
Jesus haholonganku, Jesus haposanki
Saleleng au mangolu, dohot di tingkingki
Dohot di tingkingki

Artinya? Cari no dewe. *lah????? Jawanya keluar. Ngamuk daritadi ga dibahas. Buakakaka

Yak, sekian. Molloate sodarah-sodarah!! Jesus Bless!

NB: Love my families.

Sebelumnya, Post dibawah ini akan memakai bahasa gaul Indonesia yang tidak baik dan sedikit benar.


Cowo gue pernah bilang gini waktu gue nanya kenapa sih kamu suka banget sama tengkorak? Dia bilang gini, "Karena tengkorak itu ingetin aku sama kematian. Kita harus inget kalo kematian deket sama kita." Kitra-kira dia bilang gitu sama gue. Okay, jujur gue ga suka kalo kematian deket-deket gue. Bukan berarti gue ga mau mati. Gue mau dan harus mati toh someday, tapi buat gue sekarang yang masi diberi nafas kehidupan sama bokap gue di surga, gue ga mau mikirin yang namanya kematian. Gue ga suka dia deket-deket gue. Apalagi dia deket-deket orang yang gue sayang.

Contohnya seperti ini. Suatu siang ga sengaja gue denger percakapan nyokap sama tante (maktuo) gue di dapur soal ompung gue (gue uda pernah bilang kalo ompung itu artinya oma dalam bahasa batak yee).
Mum: "Itu ulos si mamak kita keluarin aja dulu. Kita jait. Bagi-bagi buat cucu-cucu nanti kalo mau dipake buat persiapan."
Maktuo: "Iyah deh biar nanti kalo uda waktunya kita ga repot lagi sama begituan. Buat persiapan ompung."
Gue: "Buad APA?"
Maktuo: "Yah semuanya pasti akhirnya balik sama Tuhan lah."
Gue: "Ihs, kok ngomongnya gitu??"

Jujur, gue ga rela dan ga siap batin sampe ompung gue diambil Tuhan dalam jangka waktu dekat ini.

Ompung emang uda tua dan uda sakit-sakit. Biasalah kalo udah tua sakitnya macem-macem. Sama kayak emak gue. Tapi gue ga pernah sekalipun terlintas di pikiran gue (sebenernya pernah sesekali) kalo mereka para nenek gue meninggal. Ya, walaupun pernah sekalipun tapi gue ga pernah mengharapkan itu terjadi. Jangan sampe deh. Gue belom boker soalnya. Ga ada hubungannya sodarah-sodarah! (swt)

Menit berikutnya gue ngeliat mereka sibuk ngeluarin ulos ompung untuk dibagi-bagi buat cucu-cucu. Satu ulos buat dua orang dan akan dijait nanti. Jadi seorang satu. Ulos ini bakal dipake pas nanti pemakaman ompung. Oh Shit! I don't like this. I don't like to think about my lovely grandmother's death. So gue meninggalkan mereka dengan hembusan nafas panjang. Gue tau mereka ga bermaksud pingin nyokapnya mati cepet-cepet, tapi just in case, persiapan kalau-kalau.... Isi sendiri titik-titiknya ye.

Hal lain lagi yang gue merasa kematian ada di sekitar gue. Perbicangan gue sama ade gue kemaren malem soal pacar gue yang indigo, mantannya ade gue yang kinda indigo, dan temen ade gue yang juga indigo. Kenyataan bahwa orang-orang indigo itu lebih bisa merasakan dekatnya kematian itu. Oh God, kenapa kematian itu selalu nempel sama manusia bernyawa sih?? (Yaiyahlah bego, orang mati ya uda jelas-jelas mati. Ga perlu dideketin lagi sama kematian. -_______-' )

Jadi gini. Gue cerita beberapa pengalaman pacar gue ke ade gue. Ya gue cerita beberapa hal tentang dia yang bisa melihat-lihat seperti itu. Seperti apa? Ya seperti itulah *apasih gue. Dia juga cerita soal mantannya yang sebenernya ga indigo tapi dia sering banget diikutin sama roh-roh begituan dan dia jadi terbiasa dengan hal itu katanya. Mantannya kita panggil aja Brian. Kata ade gue dia pernah diikutin sama om gue yang orang bule itu sampe di rumahnya. Oh Shit! Ngapain coba om gue ngikutin dia? Kenal oi ga kenal. Nah dia ini sedikit mirip sama cowo gue dalam beberapa hal. Sebut aja mereka sama-sama suka lagu metal-metal gothic. Lagu kebanyakan dan band-band semacamnya yang gelap-gelap hitam such as The Black Dahlia Murder, laskar kuburan (apa yah namanya gue lupa), dan semuanya yang berhubungan dengan kuburan dan kawan-kawan. Uh, gue ga suka dah. Ga demen. Sorry, i am not in a kind taste music like that. Kecuali, ada kecualinya, gue lagi galau dan maunya bunuh diri. Mungkin gue akan merasa akan suka sekali dengan lagu-lagu yang menyerempet kematian seperti itu. Correct me if i am wrong guys atau kalian para pecinta lagu metal dan gothic.

Kalau bisa gue mau menjauhkan soal kematian jauh-jauh dari gue. Bukannya gue ga suka ataupun benci, enggak. Gue tau kita harus inget bahwa kita harus mati nanti dan ketemu Tuhan dan kita harus hidup seolah-olah kita mati besok. Gue ga bermaksud apa-apa tapi, just enjoy your life aja lah. Bukan berarti gue ga setuju sama pernyataan "Perbuatlah seolah kita akan mati besok." Benar emang. Tapi in a good way yah. Enjoy your life penting. Tapi enjoy yang gimana dulu yang harus kita lakukan? Enjoy yang juga inget bahwa diri kita itu suatu saat akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Jadi jangan sombong. Jangan juga mentang-mentang berbuat seperti besok mau mati langsung deh pada nikah, trus kawin. YA GA GITU JUGA NYONG. Hahaha.

Satu lagi, gue jadi berpikir gini gara-gara tadi ngomongin soal temennya ade gue yang indigo. Kita kasi inisial O. Nah kalo katanya Brian, cowo gue yang indigo itu pasti taat bergama. Yes he is, but he is liberal too. Nah kalo temen ade gue yang O ini lebih kepada kesetanan, a.k.a indigo yang kebalikan dari cowo gue. Maennya kayak mangil-mangil roh-roh diluar sana, nyeh. Entah apapun yang dia lakukan tapi akhirnya gue sama ade gue mencari keterangan soal indigo ini di internet. Dan ini ciri-ciri orang indigo.

Karakteristik Anak Indigo:

1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.

Karakteristik Indigo Dewasa:

1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.


Oh yah, ga perlu gue bahas satu-satu tapi ya, sifatnya mirip sekali sama sifat cowo gue. Gue ga suka indigo? Jek, gue suka. Kalo gue ga suka ngapain gue pacaran sama dia?? Pacaran sama orang gini itu ngeri-ngeri sedep. Karena mereka kita tau kita tuh ga sendirian aja di kamar. Oh Man...

Satu hal yang gue tau dari cerita cowo gue bahwa sebenernya anak-anak yang gifted ini sudah seharusnya jagain bumi dan isinya karena mereka punya sesuatu lebih dari orang kebanyakan, dan itu seharusnya disalurkan dengan sebaiknya. Yah melindungi kita ini si orang-orang biasa dari segala kejahatan dan semacamnya. Seru loh pacaran sama orang begini. Dia itu kasi liat gue bahwa dunia itu ga kayak potongan gambaran dunia yang tertancap di otak gue. Banyak hal yang gue ga tau dan belom tau. Selama gue pacaran sama dia mungkin gue akan menemukan banyak hal aneh, yeah, bring it on!

Hey kalian yang indigo, pesen gue, jangan salah gunakan talenta luar biasa yang udah Tuhan kasih ke kalian. Pergunakan lagi untuk kemuliaan Tuhan kalian. Saling menjaga yah. Karena kalian terpilih dan seharusnya kalian bangga akan hal itu. Satu lagi, jangan pernah merasa itu beban (beban memang. gue tau itu susah), kalian juga harus inget kalau kalian ga sendiri dan jangan suka berpikir kalau kalian itu tertolak dan suka dibiarkan left behind and alone. Gak, gue sama sekali ga pernah mikir gitu. Dan gue harap orang lain juga berpikiran sama dan positif sama kalian.

The last but not least, salute buat mereka yang indigo dan bisa mempergunakannya dengan baik. Hidup Indigo!
*tapi gue tetep ga suka kematian deket sama orang-orang yang gue sayang *keras kepala -____-















Dari kiri: Tampangnya si Brian, tampangnya si cowo gue (yang orang yah bukan yang macan. ngok.) Hohoho

Okay, tahukah anda bahwa keluarga adalah tempat bernaung yang paling nyaman, aman, dan damai? Tempat dimana ketika segala kesusahan datang menumpuk pada hidup kita, kita selalu dapat merasa beban itu terangkat ketika bertemu dan berkumpul dengan yang namanya keluarga. Tempat dimana kita bisa selalu kembali. Sejauh apapun kita pergi, ya, kita akan selalu dapat pulang ke keluarga kita. Why? karena ada darah mereka yang mengalir dalam darah kita masing-masing. Dan itu sifatnya mengikat. Tidak demikian menurut anda? Terserah. Tapi menurut saya demikian.

"The family is a haven in a heartless world." ~Attributed to Christopher Lasch

Terkadang ada yang tidak selalu indah rasanya dengan keluarga. Ada beberapa yang merasakannya. Memang, semuanya tidak akan pernah menjadi 100% berhasil kalau kita berpikir ulang lagi akan saat-saat sebelum semuanya mencapai titik akhir.

"Family life is a bit like a runny peach pie - not perfect but who's complaining?" ~Robert Brault

Bagi saya yang istilahnya pincang sebelah, keluarga adalah harapan kedua mengingat di urutan utama adalah Tuhan saya yang menjadi sumber kekuatan untuk saya tetap menjalankan hidup saya. Kalau tidak ada mereka mungkin saya sudah menjadi salah satu penghuni neraka karena kasus bunuh diri. Tidak, orang yang bunuh diri adalah orang yang sombong. Dia merasa hidupnya hanya milik dia yang bisa dia matikan semudah itu. Just never let the commit suicide thing pass through your mind even just for a second. Your life is worthier to be stopped just for the stupid problems that you can solve patiently.

Lanjut soal keluarga, saya ingin ingin memperkenalkan sebagian kecil orang yang saya sayangi dalam hidup saya. Mungkin bagi dunia ini mereka bukan apa-apa, tapi bagi saya mereka adalah pahlawan-pahlawan saya. Orang-orang yang membuat saya bertahan. Orang-orang yang ingin saya bahagiakan selain Tuhan dan orangtua saya (tidak lupa pacar dan teman tentunya).

Sebutlah tadi kami baru saja berkumpul di rumah oma. Kami sempat mengabadikan persaudaraan kami dalam beberapa (banyak sebenarnya) foto. Sebelum lanjut terlebih lagi, biarkan saya perkenalkan wajah-wajah mereka.

Yang pertama, sepupu saya dari kecil (iyahlah) yang dekat dengan saya, Joshua Mario Effendy. Dulu kami sering melakukan segala sesuatunya bersama. Terkadang kalau saya tidak ada, dia juga tidak mau ada disana. Sebaliknya begitu juga saya. Ini contoh ikatan persaudaraan pertama. Satu tidak, yang lain tidak. Satu iya, yang lain iya. Senasib sepenanggungan.




Yang kedua, kakak saya, Markus Michael Effendy, yang saya panggil koko. Dia sepupu saya yang selalu dilirik wanita setiap kali dia lewat. Terlalu memang yang satu ini. Tidak hanya tampan tapi juga pintar. Yang paling penting adalah dia mau bekerja keras dan pantang menyerah. Dia adalah panutan saya dalam hidup sebagai anak tertua dalam keluarga. Bahwa saya harus bisa menyediakan kebutuhan orangtua dan adik saya dan membahagiakan mereka. It's a must.



Yang ketiga, adik kandung saya, Grania Savannah Hendrata. Nakal? Iya. Rebell? absolutely. Do i love her? So much! Saya berjanji akan membiayai kuliah dia kelak. Dia harus jadi seseorang yang sukses dengan pendidikan tinggi. Ini tanggung jawab saya. Dia motivator pasif saya.



Masih banyak sepupu yang lain dan keluarga yang lain juga. Tulisan ini hanya sebuah perbincangan antara hati saya dan selembar buku harian digital ini. saya hanya ingin agar mereka tau bahwa saya menyayangi mereka dan karena merekalah saya dapat hidup seperti ini sampai detik ini dan sampai detik2 berikutnya, akan tetap seperti itu.

Someday, i will give everything back to them, for everything they had gave to me. Saya tau mereka tidak pernah mengharapkan imbal balik atas apa yang mereka lakukan tapi saya, saya ingin membahagiakan mereka semua. Semua. Tanpa terkecuali. Maybe it is no a big deal for them, but it is a big deal for me to do.

Anything and everything for my family. I just too love them.

PS for God: Keep them for me. Please God. Amen.

"You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them." ~Desmond Tutu

I could feel her breath as she's sleeping next to me
Sharing pillows and cold feet

She can feel my heart; fell asleep to its beat
Under blankets and warm sheets
If only I could be in that bed again
If only it were me instead of him

Does he watch your favorite movies?

Does he hold you when you cry?
Does he let you tell him all your favorite parts?
When you've seen it a million times
Does he sing to all your music?
While you dance to purple rain
Does he do all these things?
Like I used to?

14 months and 7 days ago,

Oh I know you know how we felt about that night
Just your skin against the window
Oh we took it slow and we both know
It shoulda been me inside that car
It should have been me instead of him in the dark

Does he watch your favorite movies?

Does he hold you when you cry?
Does he let you tell him all your favorite parts?
When you've seen it a million times
Does he sing to all your music?
While you dance to purple rain
Does he do all these things?
Like I used to?

I know that love happens all the time, love

(I'm a sucker for that feeling)
You're on my mind, love
(I always end up feeling cheated)
And that happens all the time, love
(Oh darling, I know I'm not needed)

Will he love you like I loved you?

Will he tell you everyday?
Will he make you feel like your invincible
With every word he'll say
Can you promise me that this was right?
Don't throw it all away
Can you do all these things?
Will you do all these things?
Like we used to

Oh like we used to









By: A Rocket to the Moon

*sounds so sad and sweet, isn't it?

Ada orang yang tidak berpikiran seperti saya. Banyak.

Ada juga yang sepikiran. Tapi jarang diungkapkan.
Salah kalau saya berpikir untuk bisa menyenangkan semua orang?
Tidak. Tapi masalahnya tidak semudah membalikan telapak tangan.
Ada yang bilang "We can't please everyone." Benar.
Tapi paling tidak kita bisa berusaha.

Ada orang yang mempunyai pikiran yang tidak pernah terlintas sedikitpun di kepala saya. Banyak.
Ada yang positif. Ada yang negatif. Dan itu banyak.
Ada yang pro. Ada yang kontra. Sering.
Kenapa ada orang berpikiran negatif? Sementara yang lain bisa berpikiran positif?
Itulah manusia dengan pikiran-pikirannya.

Jujur semua orang pasti pernah tidak menyukai suatu hal. Tidak menyukai seseorang. Kenyataan.
Saya, saya pernah tidak menyukai sesuatu. Pernah tidak menyukai seseorang.
Tapi terlalu takut dan tidak enak hati untuk mengungkapkannya secara gamblang. Saya memilih untuk melakukan pendekatan pengungkapan yang halus. Sehalus mungkin sehingga tidak menyakiti hati siapapun.
Tapi ada yang tidak demikian seperti saya. Seperti tadi yang saya katakan. Semua orang tidak berpikiran seperti saya. Banyak.

Saya memilih untuk tidak berlama-lama tidak menyukai sesuatu atau orang sekalipun.
Lebih baik memikirkan satu hal yang baik dari sesuatu dan orang tersebut daripada memikirkan banyak hal buruk darinya.

Semua orang pada dasarnya baik. Benar.
Lalu kenapa kita harus mencapnya jelek. Mengapa kita harus tidak menyukainya?
Cukup bilang kalau tidak suka. Cukup sekali atau dua kali teguran.
Orang yang bijaksana pasti akan mengerti apabila ditegur.
Sebaliknya, orang sombong akan tetap bertahan pada prinsipnya yang salah.

Ingat, semua orang bisa berubah. Anggap saja yang sekarang ada pada dirinya yang membuat jengkel adalah salah satu posisi dimana dia dan sikapnya itu akan berubah suatu saat nanti. Jadi sifat tidak menyenangkan itu hanya untuk sementara karena (berharap saja) dia pasti akan berubah menjadi lebih baik.
Simple kan?

Nonton Glee? yah saya nonton. Belakangan ini kerjaan saya kalau ga kerjain tugas dan pacaran yah nonton Glee. Boleh pinjem dvd dari temennya adik saya, ternyata film ini banyak direkomen sama orang untuk ditonton. Dan kenyataannya benar. Film ini berhasil membuat saya yang sedang stress atau dalam kondisi bad mood menjadi ter-refreshing kembali. Film musikal anak-anak McKinley high yang bergabung dalam club vokal dan tari bernama Glee. Glee ini dari dulu dicap sebagai club kumpulan anak-anak buangan yang nerd dan suka dikerjain sama anak-anak populer lainnya. Suatu saat ada seorang dosen bahasa Perancis yang ingin mengembalikan Glee yang lama mati di sekolah itu, namanya William Schue (kalo ga salah spell). Nah mulai deh dia ngumpulin orang-orang di sekolah itu untuk join di Glee. Dari yang cerewet (si Rachel Berry) sampe yang lumpuh (Artie), juga ada cewe asia, si negro (Marcedez), yang gay juga ada (si Kurt) sampai beberapa anak populer lainnya yang berhasil digaet dengan susah payah seperti Santana, Brittany, dan si cantik Quinn Fabray yang ternyata hamil anaknya si Puckerman yang merupakan anggota team football. Juga ada ketua team football itu sendiri -yang menurut gue ganteng- Finn Hudson.


Bingung? yauda nonton aja sendiri. Ceritanya lucu dan menghibur, konfliknya banyak tapi cepat penyelesaiannya. Lagunya oke-oke (kebanyakan cover lagu-lagu yang uda ada dan uda saya download - oh yeah). Dancenya keren-keren. Juga castnya yang keren-keren. Tapi cuma satu yang berhasil mencuri hati saya, Finn Hudson the Frankenstein.

Kenapa Frankenstein? Ya karena dia tinggi, putih, bongsor, nan ganteng, bisa maen drum, dan suaranya selalu indah untuk dikenang - tipe saya sekali.

Ini ada beberapa fotonya yang berhasil saya curi dari om Google (terima kasih ya om untuk selalu memberikan apa yang kami cari). Cekidot gan *sok ngaskus.
Perkenalkan, Cory Monteith (as Finn Hudson) the Cute Frankenstein ever!














Menurut anda ga ganteng? Terserah deh, tapi menurut saya dia ganteng! Akhirnya ada juga yang bisa mencuri hati saya selain si Zachary Alexander Efron itu. Emang sih mukanya kadang bloon tapi really, he is so cute.

Dan pernyataan yang saya lihat dari tante Wiki ini cukup membuat saya kaget,
Cory Monteith's Personality Life:

Monteith was born in Calgary, Alberta and raised in Victoria, British Columbia. He has one older brother. His parents divorced when he was 7 years old, and he lived with his mother in Calgary, Alberta. Before becoming an actor, he worked in Nanaimo, British Columbia as a Wal-Mart people greeter, at a car wash, taxicab driver, school bus driver, and roofer.

He currently resides in Los Angeles. He dropped out of school in the ninth grade and never attended high school. Monteith said in an interview "It wasn't for me. I can remember ever since about the sixth or seventh grade, I just didn't understand why I had to learn what I was learning. For some reason, there was a spirit of rebellion in me."

See, dia cabut dari sekolahnya dan bisa juga tuh jadi artis. Ternyata sekolah tinggi-tinggi ga menentukan seseorang bisa jadi sukses yah. Kuncinya yah kerja keras dan kemauan. Saya suka mendengar ini walau kesannya jadi seperti cowok gelap nan nakal:

"there was a spirit of rebellion in me."

Tidak masalah kok, rebell begitu tetep aja ganteng -_____-

Yauda darimana melihat hanya dari satu sisi cerita saya mending nonton filmnya beneran aja. Selamat hunting dvd-dvd buat dipinjam dari teman-teman anda yah.

Salam, Glee.

"I don't think any one decision makes your life. Unless you invent some sort of zombie virus or something."
-Finn- (Season 1, Episode 8: "Mash-Up")

Mau bilang saya norak? Silahkan

Mau bilang saya menjijikan? Silahkan
Mau bilang saya annoying? Silahkan
Mau bilang saya sok kecentilan? Silahkan
Mau bilang saya jelek? Silahkan
Mau bilang saya sok? Silahkan

Silahkan loh kalau anda tidak suka sama saya. Silahkan anda membenci saya. Silahkan anda mencemooh saya. Silahkan anda membuat saya jadi memiliki bad reputation. Silahkan anda membicarakan saya di belakang. Silahkan saja.

Tapi sebelum anda melakukan semua itu, saya mau, bukan, lebih tepatnya saya memohon agar anda memikirkan hal ini terlebih dahulu.

Kesalahan apakah yang saya perbuat sampai-sampai membuat anda menjadi seperti itu?
Parahkah hal itu untuk kelangsungan pemikiran dan kehidupan anda?
Kalau ya saya memohon maaf yang sebesar-besarnya walau saya tidak tahu apa yang telah saya perbuat kepada anda.
Kalau tidak lalu mengapa anda begitu membenci saya?
Bisakah saya dimaafkan oleh anda?
dan bisakah anda menjadi seperti semula sebelum semua hal menyebalkan bagi anda itu terjadi?
karena saya selalu berusaha menjadi seseorang yang baik untuk anda.
Berusaha menjadi seseorang yang tulus perduli dengan anda.
dan, berusaha menjadi teman yang baik untuk anda.

Apapun yang terjadi atas pemikiran kebencian dan ketidaksukaan anda itu, tidak akan merubah apapun antara pandangan dan sikap saya terhadap anda.
Saya akan tetap menjadi seseorang yang baik untuk anda. Bukan hanya di depan anda tapi juga di belakang anda. Karena saya tidak pernah marah ataupun benci terhadap anda.
Saya malah mengagumi anda dan salut dengan anda.

Jadi kalau anda memang mau seperti itu, ya silahkan saja.
Saya tidak marah selama anda mempunyai alasan yang benar dan saya yang salah.

Silahkan saja.
Tenang, saya akan tetap selalu menganggap anda teman dan tidak akan pernah berubah menjadi musuh.

Senyum dan peluk untuk anda dan siapa saja yang tidak menyukai saya.