Skip to content

Westmorelandism Room

Hari ini saya belajar sedikit banyak soal move on bahwa ternyata move on itu tidak selalu soal forget dan let it go. ada paradigma lain ternyata tentang move on yang membuat saya berpikir, "Oh, ternyata bisa begitu yah?" Hey, siapa yang mengundang-undangkan bahwa move on itu harus forget?? Ternyata move on juga bisa dalam kejadian begini, ketika kita masih mengharapkan seseorang, menunggunya, tapi di sisi lain kita move on menjalani kehidupan seperti biasanya, bahkan pacaran seperti layaknya orang normal yang habis putus cinta lalu mencari cinta baru. Wow, saya terkejut, ternyata bisa begitu. Ternyata yang saya anggap move on selama ini hanya sebagian kecilnya saja.

Dalam benak saya, move on itu ya dengan melupakan yang lalu dan berjalan maju tanpa mengingat-ingatnya lagi, me
nyelesaikan hal yang belum terselesaikan dan kemudian barulah bisa maju. Tanpa mencari seseorang untuk di move on kan sebagai tambahannya. jangan bergantung sama orang untuk dia membantu kita move on. itu namanya memanfatkan, karena berdasarkan pengalaman, ujung-ujungnya kita stuck lagi dengan masa lalu. yah mungkin mencoba untuk deal with it akan lebih baik. maybe.

Ternyata juga, bisa ya dengan menggantungkan harapan pada seseorang sementara kita sendiri digantungkan harapan oleh orang lain. Terikat? mungkin. apa enaknya hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang masih mengikat? bagi sebagian orang, itu menyakitkan, tapi bagi saya dan mungkin beberapa orang lain, itu cukup menyenangkan. Karena hanya dengan mengingat masa lalu saya merasa dia masih dan tetap ada, tidak hilang. jadi kalau ada paradigma baru soal move on seperti yang saya jabarkan tadi, bolehkan saya memilih begitu? tapi rasanya tidak. saya lebih ingin jadi orang yang bisa stand up, dan berjalan maju walau sedikit demi sedikit, meninggalkan masa lalu dan sesuatu yang-sudahlah-tidak usah ditunggu dan diharapkan lagi. ya memang tidak jodoh, mau bagaimana lagi??

So, which one "move on" is yours?

0 comments:

Leave A Reply